Dilematika UNAS: Saat Nilai Salah Berbicara

Pak Sukses ya buat pak agus yang udah embimbing kami semua kami selalu merindukan mu pak yang selalu melawak sebelum belajar,, 🙂

XI TAV2

agussaefudin

Sebuah surat terbuka, untuk Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat,
di tempat.

16. Mencontek adalah sebuah perbuatan…

a. terpaksa

b. terpuji

c. tercela

d. terbiasa

Ardi berhenti di soal nomor enam belas itu, salah satu soal ulangan Budi Pekerti semasa dia kelas 2 SD dulu. Ia tertegun, dan hatinya berdenyut perih saat dilihatnya sebuah coretan menyilang pilihan jawaban C. Coretan tebal, panjang, ciri khas si Ardi kecil yang menjawab nomor itu tanpa ragu, melainkan dengan penuh keyakinan…

Handphonenya berdering pelan, sebuah SMS masuk. Ardi membukanya, dan ia menghela nafas dalam-dalam begitu membaca isinya.

Jadi gimana Di, ikutan pakai ‘itu’ nggak?

 Barangkali bukan kebetulan Ardi menemukan soal-soal ulangan SD-nya saat ia mau mencari buku-buku lamanya, barangkali bukan kebetulan Ardi membaca soal nomor enam belas dan jawaban polosnya itu, sebab denyut perih di hatinya baru mereda setelah ia mengirim sebaris kalimat yakin…

Nggak, Jo, aku mau jujur aja.

Sebuah balasan pahit mampir selang…

Lihat pos aslinya 3.137 kata lagi

JATUH TERPURUK

JATUH TERPURUK

 

Ku merenung dan merenung

Ku menunduk dan menunduk

Adakah cinta itu?

Adakah kasih sayang itu?

 

Aku tak memaksa

Tapi kau yang menyerah

Aku tak sempurna

Tapi kau yang terlena

 

Aku binggung?

Cinta itu?

Cintamu untuk ku ?

Ataukah cintamu untuknya ?

 

Kau sunyi…..

Hanya coretan mu yang ada

Coretan-coretan masa lalu mu

yang membuatku JATUH TERPURUK

By : Ratih Isnaeni

Para pembaca tolong Like dan Komennya yah 🙂

 

Wajah Mu

WAJAH MU

Tgl. Pegaden, 1 Agustus 2014

Suaramu, senyumu, candamu, dan gombalanmu,,,
Membuatku tertawa sendiri,,,,
Wajahmu yang suram, kan ku ajak untuk tersenyum
Wajahmu yang cemas, kan ku ajak untuk tenang
Wajahmu yang gelisah, kan ku ajak untuk ceria

Kasih,,,,
Apa kau tak bosan dengan ku sayang,,??
Setengah tahun kita bersama
Penuh canda, penuh cinta, penuh sayang, dan kesedihan,,,,
Tapi al hasil kita tetap bersama

Tak ingin rasanya melepasmu hari itu,
Ingin ku hidup disamping mu kasih,,,,
Yang menemanimu selalu dalam keseharian
3 rupa saja kita berpotret
Kau tak puas, aku pun juga tak puas kasih,,,,

Saatnya kita berpisah kasih,,,,
Tak apalah,,,,
Yang terpenting, kau selau mengingat mu,,,
Dan ku pun selalu mengingat mu kasih,,,,
Sampai bertemu dimimpi nanti..

By : Ratih Isnaeni http://www.goresaniznaeniratih.wordpress.com//

 

Like dan Komennya yah 🙂

Dimana Lengan Hati Ku?

DIMANA LENGAN HATI KU?

Berlinang kembali air mata ku,,,
Menutup kesetiaan yang lalu,,,
Yang aku ucap dulu,,,
Dan yang ku dengar dulu,,,

Namun apa daya,,?
Kau yang tak tahan
Menaruh cinta yang lain
Kepada dia,,,

Perih, sakit hati ku
Seperti ter iris-iris
Seperti tak ingin hidup
Dan ingin menutup mata ini,,,

Tuhan,,,,
Dimana lengan hati ku,,??
Yang bisa menjaga ku,,,
Dan menjaga kesetian ku,,,

Hati kecil ku berkata
“aku tak secantik dan sesempurna yang lain, tetapi aku bisa menjaga hati ku untuk mu”

By : Ratih Isnaeni

jangan lupa LIKE dan KOMENnya yah,, 🙂

Ragu

 Ragu

Dikala sunyi menyapa
Bimbang pun menyelimuti
Ketika kau tahu dia dekat dengan ku
Kau menjauh dari dunia ku

Janganlah ragu wahai kutilang
Kemarilah temani diriku
Temani hidupku sampai terbitnya terang
Dia hanyalah sebatas teman

Aku akan menjaga hati mu
Jika Tuhan berikan kau pada ku
Tak ku biarkan makhluk lain ada disisi mu
Janganlah ragu wahai kutilang

Jika kau tak mendekat
Kau akan ku lepas,,,
sebagaimana kebebasan mu disana
terbang nan indah di langit

By : Ratih Isnaeni & Indah Dwi Ratnasari

 

AKU SI GADIS LAYU

 AKU SI GADIS LAYU
2 April 2014,

Aku memang hina
Aku memang tak suci lagi
Tetapi buah ku suci
Jariku juga sudah dilingkari cincin

Tetapi kenapa !!!
Kau mentertawakan ku !!
Kau bahagia, jika ku sakit
Aku masa lalu mu

Tapi kau tak menghargai ku
Semua yang ku lakukan hina dan hilaf
Taka ada lagi kesempatan
Untuk meluluhkan hati mu

 

Tetapi mengapa??
Kau mentertawakan ku
Siapa bilang aku tak menyesal
AKU SUNGGUH MENYESAL !!

Aku mengajak kau kembali
Agar aku lebih baik
Tapi apa???
Kau palah jijih pada ku

Aku yang layu ini,,
Hanyalah sebatas asa
Dan sekarang apa??
Kebebasan ku tak ada lagi

Kebahagiaan ku hanyalah buah ku
Walau tak pernah ku ingin kan
Jangan lah kau ejek ku kembali,?
Sakit hati ini

Tertahan dan perih
Aku memang gadis layu,,,
Tapi kau hargai aku!
Tak semena-mena kau mentertawakan ku

Dan terakhir ku ucapkan padamu
,,,,,,,,Maaf kan lah aku yang dulu melukai hati mu,,,,,,,,

By : Ratih Isnaeni

PUISI : Sadarkan Dia

Sadarkan Dia
Oleh : Ratih Iznaeni

Saat engkau bicara
Aku selalu mendengarkanmu
Tapi saat aku yang bicara
Kenapa engkau pura-pura tuli

Tolong aku Tuhan
Ingin ku akhiri kisah ini
Walau terasa berat
Kenapa kisah ini harus ada

Tuhan
Sebelum ku memutuskan terlalu jauh
Setidaknya sadarkanlah dia
Agar dia tahu Aku TULUS MENCINTAINYA